CRM di Tengah Alur Kerja: Menghadirkan Copilot dan Agen AI untuk Tim Penjualan serta Layanan

by

Selama bertahun-tahun, CRM menjadi pusat aktivitas tim penjualan dan layanan pelanggan. Karyawan membuka aplikasi CRM untuk melihat riwayat interaksi, mencari informasi pelanggan, memperbarui data, lalu menentukan tindakan berikutnya. Pola tersebut masih relevan, tetapi cara orang bekerja mulai berubah secara mendasar.

Kehadiran kecerdasan buatan menggeser CRM dari sekadar tujuan akhir menjadi bagian dari alur kerja yang lebih luas. Pengguna tidak selalu harus berpindah ke CRM untuk mendapatkan konteks pelanggan atau menjalankan tugas. Informasi yang relevan dapat hadir langsung di aplikasi yang mereka gunakan setiap hari, seperti Outlook, Teams, Word, Excel, dan PowerPoint.

Perubahan ini membuka dua peluang utama. Pertama, AI dapat membantu setiap individu bekerja lebih cepat dan fokus pada aktivitas bernilai tinggi. Kedua, AI memungkinkan perusahaan mendesain ulang proses penjualan dan layanan pelanggan secara menyeluruh dengan bantuan agen yang mampu menjalankan pekerjaan tertentu.

Perubahan Peran CRM dalam Dunia Kerja Modern

CRM tradisional berfungsi sebagai pusat data pelanggan. Di dalamnya tersimpan informasi mengenai kontak, peluang penjualan, aktivitas komunikasi, tiket layanan, riwayat transaksi, dan berbagai catatan penting lainnya. Namun, data tersebut sering kali baru dimanfaatkan ketika pengguna secara aktif membuka CRM dan melakukan pencarian.

Model kerja berbasis AI membalik pola tersebut. Informasi dari CRM dapat digunakan untuk memberikan konteks ketika karyawan sedang membaca email, mengikuti rapat, menyusun proposal, atau menangani permintaan pelanggan. Dengan demikian, CRM tidak lagi berdiri sendiri sebagai aplikasi terpisah, melainkan menjadi sumber informasi yang mendukung pekerjaan di berbagai tempat.

Bagi tim sales, perubahan ini dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari informasi, merangkum komunikasi, dan memperbarui catatan. Untuk tim layanan pelanggan, konteks dari interaksi sebelumnya dapat membantu petugas memahami masalah pelanggan dengan lebih cepat sebelum memberikan respons.

Dari mencari informasi menjadi menerima konteks

Dalam pendekatan lama, pengguna harus mengetahui informasi apa yang dicari, aplikasi mana yang harus dibuka, dan data apa yang perlu diperiksa. AI memungkinkan pendekatan yang lebih natural. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan menggunakan bahasa sehari-hari atau meminta bantuan untuk menyelesaikan tugas tertentu.

Contohnya, seorang account executive dapat meminta ringkasan perkembangan akun sebelum rapat. Petugas layanan pelanggan dapat meminta rangkuman kasus sebelumnya sebelum menjawab email. Manajer penjualan dapat meminta gambaran peluang yang memerlukan perhatian berdasarkan percakapan dan aktivitas terbaru.

Nilai utama pendekatan ini bukan hanya kecepatan, tetapi juga kemampuan menghadirkan informasi pada saat dan tempat yang tepat.

Microsoft 365 sebagai Ruang Kerja untuk Sales dan Customer Service

Microsoft 365 dirancang sebagai ekosistem aplikasi yang digunakan dalam aktivitas harian. Word, Excel, PowerPoint, Outlook, dan Teams bukan hanya alat produktivitas umum, tetapi juga tempat berlangsungnya banyak proses bisnis.

Di sinilah Copilot memiliki peran penting. Copilot terintegrasi ke dalam aplikasi yang sudah digunakan karyawan, sehingga pengguna dapat bekerja dengan bantuan AI tanpa harus selalu berpindah konteks. Dalam Outlook, misalnya, AI dapat membantu mengelola email dan kalender. Di Teams, AI dapat mendukung aktivitas kolaborasi dan percakapan. Sementara itu, Word, Excel, dan PowerPoint dapat membantu menyusun, menganalisis, serta menyajikan informasi.

Untuk organisasi, pendekatan ini membantu menghubungkan data dan pekerjaan. Tim sales dapat menggunakan informasi pelanggan saat menyiapkan proposal di Word atau presentasi di PowerPoint. Tim layanan dapat memanfaatkan konteks komunikasi ketika menanggapi permintaan melalui Outlook atau berdiskusi di Teams.

Work IQ menghadirkan konteks organisasi

Salah satu elemen penting dalam pengalaman Copilot adalah Work IQ. Teknologi ini membantu mengaitkan respons AI dengan konteks perusahaan, peran pengguna, tim, serta proyek yang sedang dikerjakan.

AI yang tidak memahami konteks organisasi dapat menghasilkan jawaban yang terlalu umum. Sebaliknya, AI yang bekerja dengan konteks yang sesuai dapat memberikan bantuan yang lebih relevan. Seorang manajer penjualan membutuhkan sudut pandang berbeda dari petugas layanan pelanggan. Demikian pula, informasi yang relevan bagi satu proyek belum tentu penting bagi proyek lainnya.

Work IQ membantu Copilot memahami lingkungan kerja tersebut. Pengguna dapat berfokus pada tugas yang harus diselesaikan, bukan memikirkan model AI mana yang paling tepat digunakan. Copilot dapat menyesuaikan kombinasi model dan tingkat usaha berdasarkan kebutuhan, termasuk mempertimbangkan akurasi, kecepatan, serta efisiensi biaya.

Dua Dampak Utama AI bagi Tim Penjualan dan Layanan

1. Meningkatkan produktivitas individu

Peluang pertama berhubungan dengan pekerjaan setiap karyawan. Banyak aktivitas operasional dalam sales dan customer service bersifat repetitif, seperti menulis email tindak lanjut, merangkum rapat, menyusun catatan, mencari informasi pelanggan, dan memperbarui status pekerjaan.

Copilot dapat membantu mempercepat aktivitas tersebut. Pengguna dapat memulai dengan instruksi menggunakan bahasa natural, kemudian meninjau dan menyempurnakan hasilnya. Dengan cara ini, karyawan tetap memegang kendali, sementara AI membantu mengurangi beban administratif.

Contoh penerapannya meliputi:

  • Merangkum percakapan dan rapat yang berkaitan dengan pelanggan.
  • Membuat draf email tindak lanjut berdasarkan konteks komunikasi.
  • Menyusun materi presentasi dari dokumen atau data yang telah tersedia.
  • Menganalisis informasi dalam Excel untuk menemukan pola atau area yang perlu diperhatikan.
  • Membantu mengelola email dan kalender agar pengguna dapat memprioritaskan pekerjaan penting.
  • Menyiapkan ringkasan akun sebelum pertemuan dengan pelanggan.

Produktivitas tidak hanya berarti menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Yang lebih penting adalah mengurangi waktu yang tersita oleh pekerjaan administratif sehingga tim dapat berfokus pada membangun hubungan, menyelesaikan masalah, dan mengambil keputusan.

2. Mengubah proses bisnis secara menyeluruh

Peluang kedua memiliki cakupan yang lebih luas. AI tidak hanya membantu individu menyelesaikan tugas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses bisnis yang berjalan lintas aplikasi dan tim.

Dalam proses penjualan, misalnya, alur kerja dapat mencakup identifikasi prospek, penjadwalan pertemuan, persiapan materi, pencatatan hasil diskusi, pembuatan tindak lanjut, hingga pembaruan status peluang. Jika setiap tahap dilakukan secara terpisah, pekerjaan mudah terhambat oleh perpindahan aplikasi dan input manual.

Dengan bantuan agen AI, sejumlah bagian dari proses tersebut dapat dibuat lebih terstruktur. Agen dapat membantu mengumpulkan konteks, menyarankan langkah selanjutnya, menyiapkan dokumen, atau mengarahkan pekerjaan kepada orang yang tepat. Untuk proses layanan pelanggan, agen dapat membantu mengelompokkan permintaan, mencari informasi pendukung, dan menyiapkan respons awal.

Perubahan ini bukan sekadar otomatisasi satu tugas. Perusahaan dapat meninjau kembali bagaimana pekerjaan dimulai, siapa yang terlibat, data apa yang digunakan, dan kapan keputusan harus dibuat.

Agen AI untuk Menjalankan Proses yang Lebih Terarah

Agen AI adalah komponen yang dapat dirancang untuk membantu pekerjaan atau proses tertentu. Berbeda dari chatbot umum yang menjawab pertanyaan, agen dapat memiliki tujuan, instruksi, konteks, dan alur tindakan yang lebih spesifik.

Microsoft menyediakan Agent Builder di Copilot untuk membantu pengguna membuat agen yang disesuaikan dengan kebutuhan kerja menggunakan bahasa natural. Artinya, pengguna dapat menjelaskan tujuan agen tanpa harus memulai dari pemrograman yang kompleks.

Contohnya, organisasi dapat merancang agen untuk membantu:

  • Menjawab pertanyaan internal mengenai prosedur penjualan.
  • Menyediakan informasi produk bagi tim customer service.
  • Menyiapkan ringkasan akun sebelum pertemuan.
  • Mengarahkan permintaan pelanggan ke tim yang sesuai.
  • Membantu karyawan menemukan dokumen dan informasi proyek.
  • Membuat draf tanggapan berdasarkan sumber pengetahuan perusahaan.

Ketika kebutuhan organisasi bertambah besar, Copilot Studio dapat digunakan untuk memperluas dan mengelola agen. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan bergerak dari eksperimen individu menuju penerapan AI yang lebih terukur dan terkelola.

Perbedaan Copilot dan agen AI

Copilot umumnya berperan sebagai asisten yang membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan dalam konteks aplikasi atau aktivitas tertentu. Agen AI lebih berfokus pada tujuan dan proses spesifik. Agen dapat dirancang untuk menjalankan serangkaian langkah yang berulang dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Keduanya dapat saling melengkapi. Copilot membantu karyawan berinteraksi dengan informasi dan menyelesaikan pekerjaan secara langsung. Agen membantu mengotomatisasi atau mengoordinasikan bagian tertentu dari proses bisnis.

Contoh Alur Kerja untuk Sales dan Customer Service

Alur kerja tim penjualan

Seorang sales dapat memulai hari dengan meminta ringkasan akun-akun prioritas. Copilot kemudian membantu menyajikan konteks yang diperlukan, seperti komunikasi terbaru, status peluang, dan aktivitas yang berkaitan dengan pelanggan.

Sebelum pertemuan, sales dapat menggunakan informasi tersebut untuk membuat agenda dan materi presentasi. Setelah rapat, AI dapat membantu merangkum hasil diskusi, menyusun email tindak lanjut, dan menyiapkan catatan yang perlu dimasukkan ke sistem CRM.

Agen yang dirancang khusus dapat membantu memantau langkah berikutnya. Misalnya, agen mengingatkan adanya dokumen yang belum dikirim atau membantu mengarahkan tugas kepada anggota tim yang bertanggung jawab.

Alur kerja layanan pelanggan

Dalam layanan pelanggan, petugas sering harus membaca beberapa percakapan sebelum memahami masalah. Copilot dapat membantu merangkum konteks tersebut sehingga petugas tidak memulai dari awal.

AI juga dapat membantu mencari informasi dari basis pengetahuan, menyiapkan draf jawaban, dan menunjukkan langkah yang sesuai dengan prosedur perusahaan. Petugas tetap perlu memeriksa hasil sebelum dikirim, terutama untuk kasus yang kompleks atau memiliki dampak penting bagi pelanggan.

Agen dapat digunakan untuk menangani proses awal, seperti mengklasifikasikan permintaan atau mengarahkan tiket ke kelompok yang tepat. Dengan demikian, tenaga manusia dapat lebih fokus pada kasus yang membutuhkan empati, penilaian, dan pengambilan keputusan.

Hal yang Perlu Disiapkan Perusahaan

Implementasi AI tidak cukup hanya dengan mengaktifkan fitur. Perusahaan perlu memastikan data, proses, dan tata kelola telah siap. Kualitas hasil AI sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia dan kejelasan instruksi yang diberikan.

Pastikan data memiliki struktur dan konteks yang baik

Data pelanggan yang tidak lengkap, duplikat, atau tidak diperbarui dapat mengurangi kualitas bantuan AI. Organisasi perlu menetapkan kepemilikan data, aturan pembaruan, serta sumber informasi yang dianggap resmi.

Tetapkan batas akses dan tanggung jawab

Setiap pengguna seharusnya hanya dapat mengakses informasi sesuai dengan perannya. Perusahaan juga perlu menjelaskan kapan hasil AI boleh digunakan langsung dan kapan harus diperiksa oleh manusia.

Mulai dari proses yang jelas

Penerapan awal sebaiknya difokuskan pada proses yang sering dilakukan, memiliki tujuan terukur, dan tidak terlalu kompleks. Contohnya adalah pembuatan ringkasan rapat, draf email tindak lanjut, pencarian informasi internal, atau klasifikasi permintaan layanan.

Ukur dampaknya

Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah pengguna. Perusahaan dapat menilai waktu penyelesaian tugas, kecepatan respons, pengurangan pekerjaan administratif, kualitas data CRM, dan tingkat kepuasan pengguna maupun pelanggan.

Masa Depan CRM yang Terhubung dengan AI

Batas antara CRM dan aplikasi kerja akan semakin tidak terlihat. Pengguna tidak selalu memikirkan apakah sebuah informasi berasal dari CRM, email, dokumen, atau percakapan Teams. Mereka membutuhkan jawaban dan tindakan yang relevan dalam konteks pekerjaan yang sedang dilakukan.

Microsoft 365 mendukung arah tersebut dengan menghadirkan Copilot di berbagai aplikasi, menghubungkan bantuan AI dengan konteks organisasi melalui Work IQ, serta menyediakan Agent Builder dan Copilot Studio untuk membuat agen yang lebih personal dan terukur.

Dalam jangka panjang, perusahaan yang berhasil bukan hanya perusahaan yang memiliki AI, melainkan organisasi yang mampu memasukkan AI ke dalam proses kerja secara aman, terarah, dan bermanfaat. Bagi tim penjualan dan layanan pelanggan, langkah ini dapat mengubah CRM dari tempat pencatatan menjadi bagian aktif dari cara kerja bisnis.

FAQ

Apakah Copilot menggantikan CRM?

Tidak. Copilot membantu pengguna berinteraksi dengan informasi dan menyelesaikan pekerjaan, sedangkan CRM tetap berperan sebagai sistem penting untuk mengelola data pelanggan, peluang, aktivitas, dan proses layanan. Keduanya dapat bekerja saling melengkapi.

Apa manfaat Copilot bagi tim sales?

Copilot dapat membantu membuat ringkasan akun, menyiapkan materi, menyusun email tindak lanjut, merangkum rapat, mengelola email dan kalender, serta membantu pengguna menemukan konteks yang diperlukan sebelum mengambil tindakan.

Apakah perusahaan harus memiliki tim pengembang untuk membuat agen AI?

Agent Builder di Copilot memungkinkan pengguna membuat agen menggunakan bahasa natural untuk kebutuhan tertentu. Jika organisasi membutuhkan integrasi, pengelolaan, dan skala yang lebih kompleks, Copilot Studio dapat digunakan untuk memperluas serta mengelola agen tersebut.

Apakah hasil yang dibuat AI dapat langsung dikirim kepada pelanggan?

Sebaiknya tidak selalu. Hasil AI perlu ditinjau manusia, terutama untuk komunikasi yang sensitif, keputusan layanan, informasi kontraktual, atau kasus yang memiliki dampak besar. Validasi tetap penting untuk menjaga akurasi, keamanan, dan kualitas hubungan dengan pelanggan.

You may also like

Leave a Comment

Copyright @2024 – All Right Reserved GMTeknologi.com.